Empat Golongan Manusia

Buletin Dakwah Masjid Ria Hiranyawati – Edisi 38
26 Rabi’ul Awal 1447 H / 19 September 2025 M
Drs. Lili Sadeli, M.Pd.I

Syekh Abdul Qadir al-Jailani membagi manusia ke dalam empat golongan:

  1. Golongan Pertama – Tidak berlidah dan tidak berhati, yaitu para pendurhaka kepada Allah. Mereka disebut kaum munafik, penuh kepalsuan, dan harus dijauhi.
  2. Golongan Kedua – Memiliki lisan tetapi tidak berhati. Mereka pandai berkata-kata, berbicara penuh hikmah, mengajak kepada Allah, tetapi tidak mengamalkan. Termasuk para penceramah atau pendakwah yang menyesatkan sebagian kaum sambil menerakakan yang lain.
  3. Golongan Ketiga – Memiliki hati tetapi tidak berlisan, yaitu orang-orang mukmin yang disembunyikan Allah. Mereka senantiasa merasa hina terhadap dirinya sendiri, dijaga dari keburukan banyak bicara, dan diberi cahaya dalam hati. Mereka adalah wali Allah yang tersembunyi.
  4. Golongan Keempat – Belajar, mengajar, dan beramal dengan ilmunya. Mereka memahami kebesaran Allah, diberi titipan ilmu, dan menjadi ulama yang patut didekati serta dijadikan panutan.

Syekh Abdul Qadir menegaskan pokok ajaran zuhud:

  • Menjauhi yang haram, baik besar maupun kecil.
  • Menjalankan kewajiban, baik mudah maupun sulit.
  • Menyerahkan urusan dunia kepada ahlinya.

Jama’ah Jumat rahimakumullah,
Marilah kita bercermin, termasuk golongan manakah diri kita. Jangan sibuk menilai buruk orang lain, karena menganggap orang lain lebih buruk justru adalah keburukan. Semoga Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang beruntung, mendapat rahmat dan hidayah-Nya.

Hari Jumat adalah hari baik untuk berbuat baik. Namun jangan menunggu hari baik untuk berbuat baik.

Khutbah Jumat ini tersedia juga dalam empat bahasa:

Bahasa IndonesiaUnduh PDF
Bahasa SundaUnduh PDF
Bahasa Inggris (English)Download PDF
Bahasa Jepang (日本語)ダウンロード PDF

Copyright © 2026 – All right reserved by Masjid Ria Hiranyawati, Paseh, Sumedang, Jawa Barat.