Buletin Dakwah Masjid Ria Hiranyawati – Edisi 39
4 Rabi’ul Akhir 1447 H / 26 Oktober 2025 M
Ust. Panlas Maiyanto, M.Ag

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah…
Tanpa terasa kita telah memasuki bulan Rabi’ul Akhir. Waktu terus bergulir dengan cepat — menandakan bahwa tidak ada yang berhenti dalam perjalanan alam raya ini, semuanya berjalan sesuai ketentuan Allah SWT. Oleh karena itu, di hari Jumat yang mulia di bulan Rabi’ul Akhir ini, marilah kita senantiasa mensyukuri nikmat-nikmat Allah dengan bertahmid, bertafakur, dan berzikir sebagai bukti peningkatan takwa kita kepada-Nya.
Bertakwa kepada Allah SWT berarti menjalankan semua perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Meningkatkan ketakwaan di bulan Rabi’ul Akhir sangat dianjurkan, karena ajal tidak diketahui dan takwa adalah sebaik-baik bekal menuju akhir hayat. Sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Baqarah ayat 197:
“Berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa. Bertakwalah kepada-Ku, wahai orang-orang yang berakal.”
(QS. Al-Baqarah: 197)
Iman dan takwa adalah modal penting untuk meneguhkan keislaman. Allah menegaskan dalam Surah Ali Imran ayat 102:
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Islam.”
(QS. Ali Imran: 102)
Salah satu bentuk takwa adalah dengan menjalankan amaliah shalih, seperti puasa Senin–Kamis. Rasulullah SAW bersabda:
“Pintu-pintu surga dibuka pada hari Senin dan Kamis. Semua dosa hamba yang tidak menyekutukan Allah akan diampuni, kecuali bagi orang yang masih menyimpan kebencian terhadap saudaranya.”
(HR. Muslim, No. 4652)
Selain meningkatkan ketakwaan, umat Islam juga dianjurkan untuk senantiasa bersyukur. Allah berfirman dalam Surah Luqman ayat 12:
“Bersyukurlah kepada Allah. Dan barang siapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri.”
Perintah bersyukur bukan karena Allah butuh ucapan syukur, tetapi untuk kebaikan manusia sendiri. Sebab Allah berjanji dalam Surah Ibrahim ayat 7:
“Jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah nikmat kepadamu. Tetapi jika kamu ingkar, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”
Selain itu, dianjurkan pula berbagai amalan sunah di bulan Rabi’ul Akhir seperti bersedekah, bertafakur, berzikir, membaca Al-Qur’an, dan salat malam. Jangan biarkan bulan ini berlalu tanpa peningkatan amaliah.
Allah juga memerintahkan kita untuk bertaubat dengan sungguh-sungguh. Dalam Surah At-Tahrim ayat 8 disebutkan:
“Wahai orang-orang yang beriman, bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya. Mudah-mudahan Tuhanmu menghapus kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam surga…”
(QS. At-Tahrim: 8)
Semoga khutbah ini menjadi pengingat bagi kita semua agar senantiasa meningkatkan iman, takwa, syukur, dan amal saleh di bulan Rabi’ul Akhir. Semoga Allah menerima semua amal kita dan menjadikan kita hamba yang diridai-Nya.
“Dinten Juma’ah nyaeta dinten hade jeung ngalakonan kahadean. Tapi, tong ngantosan dinten nu hade keur ngalakonan kahadean.”
(Hari Jumat adalah hari baik untuk berbuat baik. Tapi jangan menunggu hari baik untuk berbuat baik.)
Khutbah Jumat ini tersedia juga dalam empat bahasa:
Bahasa Indonesia – Unduh PDF
Bahasa Sunda – Unduh PDF
Bahasa Inggris (English) – Download PDF
Bahasa Jepang (日本語) – ダウンロード PDF
Copyright © 2026 – All right reserved by Masjid Ria Hiranyawati, Paseh, Sumedang, Jawa Barat.